Memberi makan kucing atau anjing: makanan kering, makanan alami, dan «boleh tidak makan dari meja»
Kami bahas apakah kucing boleh minum susu, anjing boleh makan cokelat dan makanan dari meja, mana yang lebih baik antara makanan kering atau makanan alami, dan cara mengenali alergi makanan.
Kenapa soal makanan begitu banyak perdebatan
Makanan adalah salah satu topik yang paling sering dibahas para pemilik. Sebagian yakin makanan kering itu berbahaya. Sebagian lagi menganggap makanan alami yang paling baik. Sebagian lainnya memberi sisa makanan dari meja, karena «dulu semua orang begitu».
Masalahnya, kucing dan anjing bukan manusia kecil. Kita tidak bisa begitu saja memberi mereka «makanan rumahan yang sehat» lalu menganggap pola makannya sudah seimbang.
Makanan kering atau makanan alami
Makanan pabrikan yang berkualitas praktis karena di dalamnya sudah dihitung kandungan protein, lemak, mineral, dan vitamin. Tetapi penting memilih makanan sesuai usia, ukuran, kondisi kesehatan, dan kebutuhan peliharaan.
Makanan alami juga bisa, tetapi itu bukan sekadar «bubur dengan daging» atau «apa yang kita makan, itu juga untuk anjing». Pola makannya harus disusun dengan benar. Kalau tidak, bisa terjadi kekurangan kalsium, kelebihan lemak, gangguan pencernaan, kulit, bulu, dan berat badan.
Kalau ingin memberi makanan alami, lebih baik diskusikan pola makannya dengan ahli gizi hewan.
Apakah kucing boleh minum susu?
Banyak kucing suka susu, tetapi pada hewan dewasa laktosa sering sulit dicerna. Setelah minum susu bisa muncul diare, kembung, dan sakit perut. Kalau kucing minta «susu», lebih aman memilih camilan khusus kucing atau mendiskusikan produk susu fermentasi dalam jumlah kecil dengan dokter.
Apakah anjing boleh makan cokelat?
Tidak. Cokelat berbahaya bagi anjing. Semakin gelap cokelatnya dan semakin kecil anjingnya, semakin tinggi risiko keracunan. Kalau anjing makan cokelat, jangan menunggu gejala muncul. Telepon klinik dan sampaikan berat badan anjing, jenis cokelat, dan perkiraan jumlahnya.
Apakah boleh memberi makanan dari meja?
Kadang sepotong kecil makanan yang aman tidak akan membahayakan. Tetapi memberi makan dari meja terus-menerus sering menimbulkan masalah: kelebihan berat badan, pankreatitis, alergi, diare, kebiasaan mengemis, dan menolak makanan biasa.
Yang sangat berbahaya:
- cokelat;
- anggur dan kismis;
- bawang bombai dan bawang putih;
- tulang, terutama tulang berongga;
- makanan berlemak, gorengan, dan pedas;
- alkohol;
- produk yang mengandung xylitol;
- obat manusia dan suplemen.
Cara mengenali makanan yang tidak cocok
Tanda-tanda yang mungkin muncul:
- gatal;
- kulit kemerahan;
- ketombe;
- feses sering encer;
- muntah;
- perut sering bergas;
- bulu rontok;
- menjilati diri terus-menerus;
- radang telinga.
Tetapi tidak setiap gatal berarti alergi makanan. Penyebabnya bisa kutu, caplak, jamur, stres, atopi, atau masalah hormon. Karena itu, terus-menerus ganti makanan tanpa diagnosis adalah strategi yang buruk.
Cara mengganti makanan dengan benar
Makanan baru biasanya diperkenalkan secara bertahap: awalnya sedikit makanan baru dicampur dengan yang lama, lalu porsinya ditambah perlahan. Pergantian makanan secara mendadak sering memicu muntah atau diare, meskipun makanannya bagus.
Kalau peliharaan tiba-tiba berhenti makan makanan yang biasa, jangan langsung menganggapnya rewel. Periksa gigi, pencernaan, stres, rasa sakit, dan kondisi umumnya.
Заведите цифровой паспорт питомца
Прививки, документы и QR для врача в одном месте. Бесплатно.